FENOMENA LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
Fenomena Lingkungan Dan Kesehatan
Disamping pemanasan global dan pengikisan lapisan ozon, masalah lingkungan yang terjadi di Bumi sangatlah banyak. Diantaranya adalah:
Polusi Udara
Perkembangan luar biasa dalam dunia industri dan teknologi sangat tergantung pada sumber daya energi. Bahan bakar fosil menyediakan energi paling banyak. Minyak bumi dan batu bara dibakar untuk memperoleh energi. Pembakaran tersebut melepaskan bahan-bahan kimia yang bersifat mencemari. Di kota-koat besar, sering muncul asap yang memedihkan mata dan menyesakkan pernapasan. Asap hasil pembakaran bahan bakar berdampak serius terhadap
kesehatan. Jikalau asap tersebut mencapai atmosfer dan larut bersama air maka terjadilah hujan asam. Zat utama penyusun terjadinya deposisi asam adalah SO2 dan NOx, dialam keduanya dihasilkan oleh dua hal, yaitu aktifitas alam dan manusia. Sekitar 50% SO2 yang ada didalam atmosfer adalah alamiah, antara lain dari letusan gunung berapi dan kebakaran hutan yang alamiah. Sedangkan yang 50% lagi adalah antropogenik, yaitu berasal dari aktivitas manusia, terutama dari pembakaran bahan-bahan fosil (BBF) dan peleburan logam. Demikian juga halnya dengan NOx, dimana pasokannya 50 % secara alamiah dan 50 % dari aktifitas manusia.
Setelah berada di udara SO2 dan NOx akan terjadi reaksi yang akhirnya menghasilkan asam yang kuat, dimana pada ambang batas tertentu akan merugikan bagi makhluk hidup di bumi.
Proses terbentuknya hujan asam
sumber utama deposisi asam dihasilkan dari aktifitas alam serta manusia. Dari jenisnya terbagi menjadi deposisi kering dan basah.
Deposisi kering :
Biasanya terjadi pada daerah yang dekat dengan sumber pencemaran, dimana partikel-partikel pencemar tersebut melekat pada benda-benda disekitarnya (daerah perkotaan yang lalulintasnya padat atau daerah yang dekat dengan daerah industri)
Deposisi basah :
Partikel-partikel pencemar yang ada di udara ikut luruh bersamaan dengan turunnya air hujan, dan bersifat merusak pada ambang tertentu jika mengenai benda-benda di alam.
Polusi Air
Di Bumi ini, Diperkirakan ada 1,5 Milyar manusia yang kekurangan air bersih untuk minum. Sekurang-kurangnya lima juta orangmninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan air. Di negara berkembang, Terlebih lagi Indonesia. Pencemaran air telah menjadi masalah serius. Limbah-limbah buangan dari industri, Perumahan dan pertanian semakin memprihatinkan. Di kota-kota besar, kesadaran manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan sampah dan limbah keselokan masih sangat rendah. Parit-parit di Jakarta nyaris tidak bergerak sama sekali. Warna dan Bau yang ditimbulkan sangat menganggu.
Sungai di kota-kota besar menjadi korban yang paling menderita terhadap pencemaran. Industri dan rumah tangga terus menerus membebani air sungai dengan limbah, kotoran dan sampah. Mungkin, Jika ada makhluk hidup yang bisa bertahan didalam air sungai tersebut, bisa jadi makhluk hidup itu telah beradaptasi terhadap habitat yang penuh dengan racun kimia dan Biologis
Penurunan Muka Air Tanah
Akibat pasokan air brsihdari pnyedia air bersih tidak mncukupi, Banyak warga masyarakat dan lokasi industri yang mengambil air secara langsung dari bawah tanah mlalui sumur-sumur. Air bawah tanah itu disebut Air Tanah. Lapisan batuan tertentu yang menyimpan air tanah seolah-olah memiliki permukaan air yang mersap disana. Permukaan air ini disebut Muka Air Tanah. Akinat ledakan jumlah penduduk, Maka kebutuhan akan air bersih pun mnjadi sangat tinggi. Di antara cara yang ditempuh adalah dengan menyedot air tanah. Ironisnya, Penyedotan air tanah tidak diimbangi dengan peresapan air yang telah dipakai. Akibatnya, Persedian air tidak cepat tergantikan. Permukaan air tanah bisa turun yang artinya makin dalam letaknya dari permukaan tanah. Jika daerah tersebut dekat dengan pantai, maka air laut bisa menerobos bebatuan di bawah tanah untuk mencapai daerah yang permukaan airnya turun. Peristiwa ini disebut Intrusi Air Laut. Air tanah yang telah terintrusi air laut akan sulit untuk dikomsumsi. Biaya pengelolahannya untuk dapat dijadikan air minum menjadi mahal.
Air tanah hanya bisa diganti dengan meresapkan kembali air yang berasal dari Permukaan Bumi. Air tersebut bisa berasal air limbah rumah tangga, air limbah industri yang telah dinetralkan. Dan yang menjadi paling utama adalah air hujan. Untuk dapat meresapkan air-air tersebut maka mutlak adanya ruang atau lapangan terbuka. Kebijakan yang diberlakukan pemerintah kepada masyarakat antara : Menyediakan ruang terbuka atau lubang penampungan bagi peresapan air di setiap tempat yang akan dibangun gedung atau perumahan. Bagi industri yang membutuhkan air dengan menyedot air tanah, akan dikenakan pajak yang cukup mahal.
Ledakan Jumlah Penduduk
Bisa jadi, ledakan penduduklah yang menjadi akar dari semua permasalahan lingkungan di Bumi ini. Semakin bertambah jumlah penduduk bumi, Polusi semakin parah, tempat hidup semakin rusak dan sumber daya alam cepat menipis. Walaupun teknologi telah berusaha mengurangi dampaknya terhadap lingkungan, namun jika jumlah penduduk bertambah dua kali lipat saja, beban yang ditanggung ole Bumi akan semakin berat.
Di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, ledakan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pemerataan proses dan hasil pembangunan. Jutaan orang datang dan tinggal di kota-kota besar dan mengadu nasib. Keterbatasan ekonomi para pendatang, disamping keterbatasan daya tampung kota, melahirkan pemukiman-pemukiman yang jauh dari layak.
Di Jakarta, pinggiran sungai, rel kereta api, di bawah jalan layang bahkan di tanah yang berstatus milik orang lainpun menjadi tempat para pendatang baru tersebut bernaung. Akibatnya pencemaran dan ketimpangan lingkungan lingkungan dan penyakit menularpun seperti melekat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bencana banjir yang hampir rutin dan pengusuran paksa selalu menhantui mereka. Bisa jadi, di Negara-negara lainnya juga terdapat masalah serupa, Namun di Indonesia, sejalan dengan kerja keras yang harus dilakukan pemerintah, Setiap warga harus memiliki kesadaran dan kemauan tinggi untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik. Secara lingkungan, kesehatan dan masa depan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar