Rabu, 12 Agustus 2009

BAB 2

Atmosfer bumi

Bumi ini dikelilingi oleh Atmosfer . Atmosfer dapat ditemukan dari permukaan Bumi sampai ketingian 450 kilometer. Sampai ketinggian 100 kilometer, pada Atmosfer terdapat gas-gas yang berfungsi menjebak panas dari permukaan Bumi. Gas-gas tersebut berguna untuk menjaga agar Bumi ini tetap hangat. Karena itulah gas-gas tersebut dijuluki Gas Rumah Kaca. Tanpa gas tersebut suhu Bumi bisa menjadi 33 derajat celcius. Akibatnya, beberapa makhluk hidup terancam kehidupannya.
Akan tetapi saat ini, kita dicemaskan oleh aktivitas manusia yang berlebihan sejak tahun 1700-an. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara hingga bahan-bahan kimia buatan manusia telah meningkatkan jumlah gas rumah kaca tersebut.

Gas – gas penyusun gas rumah kaca

Ada beberapa gas yang menyusun Gas Rumah Kaca. Gas – gas tersebut adalah sebagai berikut :

Uap Air

Uap air yang berwujud gas adalah sumber gas rumah kaca dari alam yang terbanyak. Sekitar 60 s/d 70 %. Penguapan air ke atmosfer dipengaruhi oleh jumlah tetumbuhan di darat.serta penguapan oleh sungai, danau dan laut. Uap air itu kemudian kembali lagi kepermukaan bumi mematuhi siklus air dalam bentuk hujan.

Karbon Dioksida
Karbon Dioksida juga sangat banyak disumbang oleh alam. Gas ini bisa berasal dari pernapasan makhluk hidup, letusan gunung berapi, dan penguraian sisa-sisa tumbuhan. Sebagian Karbon Dioksida bisa diserap oleh permukaan air di sungai, danau dan laut
Namun,aktivitas manusia untuk mendapatkan energi justru menghasilkan Karbon Dioksida yang cukup banyak. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan Karbon Dioksida ke atmosfer. Disaat yang sama, manusia menyebabkan jumlah pepohonan di Bumi semakin berkurang. Padahal tumbuhan sangat berperan dalam menyerap karbon dioksida untuk fotosintesis. Akibatnya, pertambahan gas karbon dioksida tidak seimbang dengan penyerapan kembali. Para ilmuan memperhitungkan bahwa terhitung dari tahun 1750, kandungan karbon dioksida meningkat 31%

Gas Metan, Nitro Oksida dan Senyawa - senyawa Fluor

Jenis-jenis gas tersebut berasal dari aktivitas manusia. Gas metan bisa berasal dari pembusukan sampah, bakteri pengurai dan gas buangan kendaraan bermotor. Gas-gas Nito Oksida berasal dari gas buangan kendaraan bermotor dan pupuk buatan. Sementara gas senyawa Fluor berasal dari bahan-bahan kimia yang banyak digunakan dalam produk industri. Contoh senyawa fluor adalah CFC atau freon yang masih banyak digunakan dalam alat-alat pendingin seperti AC, Lemari Es, Gas Pendingin ( Aerosol ) pada kaleng semprot dan lain-lain
Walaupun CFC tidak berbahaya jika berada didekat permukaan Bumi, namun jika terus membumbung ke atmosfer atas, CFC bisa mengikis lapisan Ozon. Padahal lapisan ozon sangat berjasa dalam mengurangi bahaya radiasi pada sinar matahari yang menyoroti bumi.
Kini, harus ditanamkan kesadaran untuk mengurangi dan meninggalkan segala aktivitas yang berdampak terhadap peningkatan gas-gas rumah kaca. Meningkatnya gas rumah kaca akn menaikkan suhu permukaan bumi. Peristiwa seperti ini yang disebut Pemanasan Global.
Bagian Bumi yang terancam mencair adalah kutub utara dan selatan yang dipenuhi es yang membeku. Pencairan ini akan menaikkan permukaan air laut, Jika permukaan air laut naik, maka kota-kota yang berada di dekat pantai terancam banjir besar. Terlebih lagi pulau pulau kecil yang pada dasarnya pemandangannya masih alami. Kemungkinan 50 tahun lagi, ribuan pulau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia terancam hilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar