
Bumi tersusun atas lapisan lapisan :
1.Kerak Bumi ( 0- 33 Km )
2.Mantel Atas ( 33 -670 Km )
3.Mantel Bawah ( 670 – 2900 Km )
4.Inti Luar ( 2900 -5150 Km )
5.Inti Dalam ( 5150 – 6370 Km )
Litosfer adalah bagian paling luar dari lapisan bumi. Kedalamannya adalah dari permukaan bumi hingga 75 Km dari permukaan tanah.Litosfer didominasi oleh bebatuan. Bebatuan adalah Benda padat buatan alam yang tersususn oleh satu minerala atau lebih. Batuan yang menyusun Litosfer digolongkan atas asal terbentuknya menjadi 3, yaitu :
a.Batuan Beku
Batuan ini terbentuk dari magma yang membeku di perut bumi atau lava yang membeku di permukaan bumi. Contohnya Batu Granit, Gabro, Basal, Dan Obsidian
b.Batuan Sedimen
Batuan ini dihasilkan dari proses pengendapan bebatuan yang terendapkan secara berlapis-lapis , lalu tertekan dan mengeras. Contohnya Batu Pasir, Batu Gamping, Batu Lempung, Batu Lumpur, Batu Konglomerat, Batu Serpih
c.Batuan Metamorf
Batuan ini berasal dari batuan lain yang berubah mineralnya akiba terkena suhu dan tekanan yang tinggi. Contohnya adalah Batu Pualam, Batu Marmer, Batu Sabak, Batu Bara, Batu Topas dan Batu Permata.
Permukaan bumi menjadi habitat hidup manusia. Manusia bisa bercocok tanam untuk mendapatkan pangan. Bumi bisa ditanami oleh karena adanya lapisan tanah. Tanah berasal dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah terurai dan butiran-butiran batuan serta mineral hasil pelapukan.
Pelapukan adalah proses perusakan dan penguraian bebatuan baik secara fisika dan kimiawi di permukaan bumi. Jadi hasil utama pelapukan adalah tanah
JENIS-JENIS PELAPUKAN
Pelapukan dapat diakibatkan oleh:
Pelapukan Fisika
Pelapukan Kimia
Berikut beberapa hal yang membedakan keduanya:
Pelapukan Fisika
Prosesnya adalah menghancurkan bebatuan tanpa mengubah komposisi senyawa batuannya. Batuan beku yang hancur tetpa memiliki senyawa batuan beku. Batu Sedimen yang telah lapuk tetap memiliki sifat-sifat senyawa aslinya. Pelapukan fisika dapat diakibatkan oleh perubahan suhu, Pembekuan air dari pori-pori batuan, Makhluk hidup seperti akar tanaman dan hewan-hewan pengurai yang sanggup meremukkan bebatuan.
Pelapukan Kimia
Pelapukan kimiawi ini prosesnya adalah menghancurkan bebatuan secara perlahan-lahan dengan disertai perubahan komposisi senyawa batuannya. Senyawa pada batuan beku yang hancur bisa menjadi senyawa yang lain. Pelapukan kimia dapat diakibatkan oleh meresapnya senyawa-senyawa tertentu ke pori-pori batuan. Senyawa-senyawa tersebut dapat berasal dari tanaman.
Kedua pelapukan (Fisika dan Kimawi ) tersebut bisa berlangsung bersamaan . Hasil pelapukan ini bisa berpindah akibat fenomena alam yang disebut Erosi. Erosi adalah proses pengikisan bahan penyusun bebatuan serta tanah di permukaan Bumi. Erosi bisa diakibatkan oleh aliran air, Angin, Gelombang Pantai, Dan Gletser ( Longsoran Es )
Dampak Erosi Terhadap Perubahan Litosfer Dan Lingkungan Bumi
Erosi Oleh Aliran Air
Erosi yang diakibatkan oleh air yang mengaliri permukaan bebatuan atau tanah. Aliran tersebut disebabkan permukaan batuan atau tanah tidak sanggup meresapkan air. Pada daerah yang miskin tetumbuhan, Tanah sangat mudah tererosi air. Jika ada sungai disekitarnya, Tanah erosi akan terhanyut oleh aliran sungai. Lapisan humus menjadi terkikis, tanah menjadi tandus dan bahan-bahan yang tererosi akan membuat sungai menjadi dangkal. Padahal sungai adalah salah satu transportasi utama. Pendangkalan arus sungai sangat merugikan. Karena itu, sangat dibutuhkan penghijauan pada lahan-lahan yang gundul. Di muara sungai ( Perbatasan sungai dengan laut ) banyak bahan-bahan sungai yang mengalami pengendapan. Diseluruh dunia, tiap tahun bisa dihasilkan lebih dari 3, juta ton bahan-bahan tererosi yang diendapkan di pantai dan laut setelah terbawa hanyut oleh aliran sungai.
Erosi disepanjang aliran sungai bisa membuat pahatan alam yang luar biasa. Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat adalah hasil pahatan alam selama jutaan tahun.
Di Indonesia sendiri terdapat Delta Mahakam yang terbentuk oleh aliran sungai Mahakam di Kutai, Kalimantan Timur. “Di pesisir sungai buatan sungai” ini ditumbuhi banyak bakau dan menjadi hutan bakau alam yang kaya akan kehidupan Organik dan Ekosistem. Namun akibat, pembabatan Mangrove ( hutan bakau ) tersebut untuk keperluan pembuatan tambak, luas Delta Mahakam semakin menciut 139 hektar setiap tahunnya selama 1996-2001. Penciutan itu diakibatkan oleh pengalih fungsian hutan menjadi tambak. Selain itu, Penipisan hutan akan mengakibatkan abrasi ( Pengikisan tepian daratan pantai )
Erosi Pantai
Erosi pantai disebut juga Abrasi.Ombak yang besar dari laut akan tiba di bibir pantai dan sanggup menerjang apa saja yang ada di situ. Jika bibir pantai tidak lagi memiliki penahan gempuran ombak. Maka, bibir pantai bisa tergerus ombak. Makin lama bibir pantai semakin mundur. Bangunan yang ada didekatnya pun terancam bahaya. Penahan ombak yang paling kuat adalah terumbu karang dan hutan bakau. Saat ini, terumbu karang hutan bakau terancam kelestariannya. Akibatnya, Ekosistem pantai akan terancam. Keseimbangan alampun akan terganggu.
Erosi Oleh Angin
Di samping tererosi oleh air, Bebatuan dan tanah juga bisa terkikis dan terbawa oleh angin. Gurun merupakan tempat terjadinya pelapukan fisika yang ekstrim. Perbedaan suhunya yang sangat ekstrim antara siang dan malam hari menyebabkan bebatuan disana terus menerus berubah. Angin yang bisa bertiup kencang mampu mengikis dan memindahkan hasil-hasil pelapukan. Pasir-pasir di gurun adalah contoh hasil pelapukan dan erosi yang terutama disebabkan oleh angin. Bukit-bukit pasir yang bisa berpindah-pindah adalah bukti betapa dasyatnya fenomena alam tersebut. Selama ribuan tahun, angin seakan-akan mampu memahat atau mengukir bebatuan raksasa di gurun menjadi monumen-monumen alam yang sangat menakjubkan
Erosi Glasial
Erosi ini disebabkan karena lapisan salju yang tebal bergerak perlahan (Gletser) menuruni lembah-lembah pegunungan. Sambil bergerak turun, bebatuan yang terbawa akan menggerus permukaan yang dilewatiny. Akibatnya,terjadilah erosi. Erosi ini sering terjadi di pegunungan bersalju.
