Rabu, 12 Agustus 2009

BAB 1

Litosfer bumi


Bumi tersusun atas lapisan lapisan :
1.Kerak Bumi ( 0- 33 Km )
2.Mantel Atas ( 33 -670 Km )
3.Mantel Bawah ( 670 – 2900 Km )
4.Inti Luar ( 2900 -5150 Km )
5.Inti Dalam ( 5150 – 6370 Km )
Litosfer adalah bagian paling luar dari lapisan bumi. Kedalamannya adalah dari permukaan bumi hingga 75 Km dari permukaan tanah.Litosfer didominasi oleh bebatuan. Bebatuan adalah Benda padat buatan alam yang tersususn oleh satu minerala atau lebih. Batuan yang menyusun Litosfer digolongkan atas asal terbentuknya menjadi 3, yaitu :
a.Batuan Beku
Batuan ini terbentuk dari magma yang membeku di perut bumi atau lava yang membeku di permukaan bumi. Contohnya Batu Granit, Gabro, Basal, Dan Obsidian
b.Batuan Sedimen
Batuan ini dihasilkan dari proses pengendapan bebatuan yang terendapkan secara berlapis-lapis , lalu tertekan dan mengeras. Contohnya Batu Pasir, Batu Gamping, Batu Lempung, Batu Lumpur, Batu Konglomerat, Batu Serpih
c.Batuan Metamorf
Batuan ini berasal dari batuan lain yang berubah mineralnya akiba terkena suhu dan tekanan yang tinggi. Contohnya adalah Batu Pualam, Batu Marmer, Batu Sabak, Batu Bara, Batu Topas dan Batu Permata.
Permukaan bumi menjadi habitat hidup manusia. Manusia bisa bercocok tanam untuk mendapatkan pangan. Bumi bisa ditanami oleh karena adanya lapisan tanah. Tanah berasal dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah terurai dan butiran-butiran batuan serta mineral hasil pelapukan.
Pelapukan adalah proses perusakan dan penguraian bebatuan baik secara fisika dan kimiawi di permukaan bumi. Jadi hasil utama pelapukan adalah tanah

JENIS-JENIS PELAPUKAN

Pelapukan dapat diakibatkan oleh:
Pelapukan Fisika
Pelapukan Kimia

Berikut beberapa hal yang membedakan keduanya:

Pelapukan Fisika
Prosesnya adalah menghancurkan bebatuan tanpa mengubah komposisi senyawa batuannya. Batuan beku yang hancur tetpa memiliki senyawa batuan beku. Batu Sedimen yang telah lapuk tetap memiliki sifat-sifat senyawa aslinya. Pelapukan fisika dapat diakibatkan oleh perubahan suhu, Pembekuan air dari pori-pori batuan, Makhluk hidup seperti akar tanaman dan hewan-hewan pengurai yang sanggup meremukkan bebatuan.

Pelapukan Kimia
Pelapukan kimiawi ini prosesnya adalah menghancurkan bebatuan secara perlahan-lahan dengan disertai perubahan komposisi senyawa batuannya. Senyawa pada batuan beku yang hancur bisa menjadi senyawa yang lain. Pelapukan kimia dapat diakibatkan oleh meresapnya senyawa-senyawa tertentu ke pori-pori batuan. Senyawa-senyawa tersebut dapat berasal dari tanaman.
Kedua pelapukan (Fisika dan Kimawi ) tersebut bisa berlangsung bersamaan . Hasil pelapukan ini bisa berpindah akibat fenomena alam yang disebut Erosi. Erosi adalah proses pengikisan bahan penyusun bebatuan serta tanah di permukaan Bumi. Erosi bisa diakibatkan oleh aliran air, Angin, Gelombang Pantai, Dan Gletser ( Longsoran Es )

Dampak Erosi Terhadap Perubahan Litosfer Dan Lingkungan Bumi

Erosi Oleh Aliran Air
Erosi yang diakibatkan oleh air yang mengaliri permukaan bebatuan atau tanah. Aliran tersebut disebabkan permukaan batuan atau tanah tidak sanggup meresapkan air. Pada daerah yang miskin tetumbuhan, Tanah sangat mudah tererosi air. Jika ada sungai disekitarnya, Tanah erosi akan terhanyut oleh aliran sungai. Lapisan humus menjadi terkikis, tanah menjadi tandus dan bahan-bahan yang tererosi akan membuat sungai menjadi dangkal. Padahal sungai adalah salah satu transportasi utama. Pendangkalan arus sungai sangat merugikan. Karena itu, sangat dibutuhkan penghijauan pada lahan-lahan yang gundul. Di muara sungai ( Perbatasan sungai dengan laut ) banyak bahan-bahan sungai yang mengalami pengendapan. Diseluruh dunia, tiap tahun bisa dihasilkan lebih dari 3, juta ton bahan-bahan tererosi yang diendapkan di pantai dan laut setelah terbawa hanyut oleh aliran sungai.
Erosi disepanjang aliran sungai bisa membuat pahatan alam yang luar biasa. Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat adalah hasil pahatan alam selama jutaan tahun.
Di Indonesia sendiri terdapat Delta Mahakam yang terbentuk oleh aliran sungai Mahakam di Kutai, Kalimantan Timur. “Di pesisir sungai buatan sungai” ini ditumbuhi banyak bakau dan menjadi hutan bakau alam yang kaya akan kehidupan Organik dan Ekosistem. Namun akibat, pembabatan Mangrove ( hutan bakau ) tersebut untuk keperluan pembuatan tambak, luas Delta Mahakam semakin menciut 139 hektar setiap tahunnya selama 1996-2001. Penciutan itu diakibatkan oleh pengalih fungsian hutan menjadi tambak. Selain itu, Penipisan hutan akan mengakibatkan abrasi ( Pengikisan tepian daratan pantai )

Erosi Pantai
Erosi pantai disebut juga Abrasi.Ombak yang besar dari laut akan tiba di bibir pantai dan sanggup menerjang apa saja yang ada di situ. Jika bibir pantai tidak lagi memiliki penahan gempuran ombak. Maka, bibir pantai bisa tergerus ombak. Makin lama bibir pantai semakin mundur. Bangunan yang ada didekatnya pun terancam bahaya. Penahan ombak yang paling kuat adalah terumbu karang dan hutan bakau. Saat ini, terumbu karang hutan bakau terancam kelestariannya. Akibatnya, Ekosistem pantai akan terancam. Keseimbangan alampun akan terganggu.

Erosi Oleh Angin
Di samping tererosi oleh air, Bebatuan dan tanah juga bisa terkikis dan terbawa oleh angin. Gurun merupakan tempat terjadinya pelapukan fisika yang ekstrim. Perbedaan suhunya yang sangat ekstrim antara siang dan malam hari menyebabkan bebatuan disana terus menerus berubah. Angin yang bisa bertiup kencang mampu mengikis dan memindahkan hasil-hasil pelapukan. Pasir-pasir di gurun adalah contoh hasil pelapukan dan erosi yang terutama disebabkan oleh angin. Bukit-bukit pasir yang bisa berpindah-pindah adalah bukti betapa dasyatnya fenomena alam tersebut. Selama ribuan tahun, angin seakan-akan mampu memahat atau mengukir bebatuan raksasa di gurun menjadi monumen-monumen alam yang sangat menakjubkan

Erosi Glasial

Erosi ini disebabkan karena lapisan salju yang tebal bergerak perlahan (Gletser) menuruni lembah-lembah pegunungan. Sambil bergerak turun, bebatuan yang terbawa akan menggerus permukaan yang dilewatiny. Akibatnya,terjadilah erosi. Erosi ini sering terjadi di pegunungan bersalju.

BAB 2

Atmosfer bumi

Bumi ini dikelilingi oleh Atmosfer . Atmosfer dapat ditemukan dari permukaan Bumi sampai ketingian 450 kilometer. Sampai ketinggian 100 kilometer, pada Atmosfer terdapat gas-gas yang berfungsi menjebak panas dari permukaan Bumi. Gas-gas tersebut berguna untuk menjaga agar Bumi ini tetap hangat. Karena itulah gas-gas tersebut dijuluki Gas Rumah Kaca. Tanpa gas tersebut suhu Bumi bisa menjadi 33 derajat celcius. Akibatnya, beberapa makhluk hidup terancam kehidupannya.
Akan tetapi saat ini, kita dicemaskan oleh aktivitas manusia yang berlebihan sejak tahun 1700-an. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara hingga bahan-bahan kimia buatan manusia telah meningkatkan jumlah gas rumah kaca tersebut.

Gas – gas penyusun gas rumah kaca

Ada beberapa gas yang menyusun Gas Rumah Kaca. Gas – gas tersebut adalah sebagai berikut :

Uap Air

Uap air yang berwujud gas adalah sumber gas rumah kaca dari alam yang terbanyak. Sekitar 60 s/d 70 %. Penguapan air ke atmosfer dipengaruhi oleh jumlah tetumbuhan di darat.serta penguapan oleh sungai, danau dan laut. Uap air itu kemudian kembali lagi kepermukaan bumi mematuhi siklus air dalam bentuk hujan.

Karbon Dioksida
Karbon Dioksida juga sangat banyak disumbang oleh alam. Gas ini bisa berasal dari pernapasan makhluk hidup, letusan gunung berapi, dan penguraian sisa-sisa tumbuhan. Sebagian Karbon Dioksida bisa diserap oleh permukaan air di sungai, danau dan laut
Namun,aktivitas manusia untuk mendapatkan energi justru menghasilkan Karbon Dioksida yang cukup banyak. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan Karbon Dioksida ke atmosfer. Disaat yang sama, manusia menyebabkan jumlah pepohonan di Bumi semakin berkurang. Padahal tumbuhan sangat berperan dalam menyerap karbon dioksida untuk fotosintesis. Akibatnya, pertambahan gas karbon dioksida tidak seimbang dengan penyerapan kembali. Para ilmuan memperhitungkan bahwa terhitung dari tahun 1750, kandungan karbon dioksida meningkat 31%

Gas Metan, Nitro Oksida dan Senyawa - senyawa Fluor

Jenis-jenis gas tersebut berasal dari aktivitas manusia. Gas metan bisa berasal dari pembusukan sampah, bakteri pengurai dan gas buangan kendaraan bermotor. Gas-gas Nito Oksida berasal dari gas buangan kendaraan bermotor dan pupuk buatan. Sementara gas senyawa Fluor berasal dari bahan-bahan kimia yang banyak digunakan dalam produk industri. Contoh senyawa fluor adalah CFC atau freon yang masih banyak digunakan dalam alat-alat pendingin seperti AC, Lemari Es, Gas Pendingin ( Aerosol ) pada kaleng semprot dan lain-lain
Walaupun CFC tidak berbahaya jika berada didekat permukaan Bumi, namun jika terus membumbung ke atmosfer atas, CFC bisa mengikis lapisan Ozon. Padahal lapisan ozon sangat berjasa dalam mengurangi bahaya radiasi pada sinar matahari yang menyoroti bumi.
Kini, harus ditanamkan kesadaran untuk mengurangi dan meninggalkan segala aktivitas yang berdampak terhadap peningkatan gas-gas rumah kaca. Meningkatnya gas rumah kaca akn menaikkan suhu permukaan bumi. Peristiwa seperti ini yang disebut Pemanasan Global.
Bagian Bumi yang terancam mencair adalah kutub utara dan selatan yang dipenuhi es yang membeku. Pencairan ini akan menaikkan permukaan air laut, Jika permukaan air laut naik, maka kota-kota yang berada di dekat pantai terancam banjir besar. Terlebih lagi pulau pulau kecil yang pada dasarnya pemandangannya masih alami. Kemungkinan 50 tahun lagi, ribuan pulau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia terancam hilang

BAB 3

FENOMENA LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Fenomena Lingkungan Dan Kesehatan
Disamping pemanasan global dan pengikisan lapisan ozon, masalah lingkungan yang terjadi di Bumi sangatlah banyak. Diantaranya adalah:

Polusi Udara

Perkembangan luar biasa dalam dunia industri dan teknologi sangat tergantung pada sumber daya energi. Bahan bakar fosil menyediakan energi paling banyak. Minyak bumi dan batu bara dibakar untuk memperoleh energi. Pembakaran tersebut melepaskan bahan-bahan kimia yang bersifat mencemari. Di kota-koat besar, sering muncul asap yang memedihkan mata dan menyesakkan pernapasan. Asap hasil pembakaran bahan bakar berdampak serius terhadap
kesehatan. Jikalau asap tersebut mencapai atmosfer dan larut bersama air maka terjadilah hujan asam. Zat utama penyusun terjadinya deposisi asam adalah SO2 dan NOx, dialam keduanya dihasilkan oleh dua hal, yaitu aktifitas alam dan manusia. Sekitar 50% SO2 yang ada didalam atmosfer adalah alamiah, antara lain dari letusan gunung berapi dan kebakaran hutan yang alamiah. Sedangkan yang 50% lagi adalah antropogenik, yaitu berasal dari aktivitas manusia, terutama dari pembakaran bahan-bahan fosil (BBF) dan peleburan logam. Demikian juga halnya dengan NOx, dimana pasokannya 50 % secara alamiah dan 50 % dari aktifitas manusia.
Setelah berada di udara SO2 dan NOx akan terjadi reaksi yang akhirnya menghasilkan asam yang kuat, dimana pada ambang batas tertentu akan merugikan bagi makhluk hidup di bumi.

Proses terbentuknya hujan asam


sumber utama deposisi asam dihasilkan dari aktifitas alam serta manusia. Dari jenisnya terbagi menjadi deposisi kering dan basah.
Deposisi kering :
Biasanya terjadi pada daerah yang dekat dengan sumber pencemaran, dimana partikel-partikel pencemar tersebut melekat pada benda-benda disekitarnya (daerah perkotaan yang lalulintasnya padat atau daerah yang dekat dengan daerah industri)
Deposisi basah :
Partikel-partikel pencemar yang ada di udara ikut luruh bersamaan dengan turunnya air hujan, dan bersifat merusak pada ambang tertentu jika mengenai benda-benda di alam.

Polusi Air
Di Bumi ini, Diperkirakan ada 1,5 Milyar manusia yang kekurangan air bersih untuk minum. Sekurang-kurangnya lima juta orangmninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan air. Di negara berkembang, Terlebih lagi Indonesia. Pencemaran air telah menjadi masalah serius. Limbah-limbah buangan dari industri, Perumahan dan pertanian semakin memprihatinkan. Di kota-kota besar, kesadaran manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan sampah dan limbah keselokan masih sangat rendah. Parit-parit di Jakarta nyaris tidak bergerak sama sekali. Warna dan Bau yang ditimbulkan sangat menganggu.
Sungai di kota-kota besar menjadi korban yang paling menderita terhadap pencemaran. Industri dan rumah tangga terus menerus membebani air sungai dengan limbah, kotoran dan sampah. Mungkin, Jika ada makhluk hidup yang bisa bertahan didalam air sungai tersebut, bisa jadi makhluk hidup itu telah beradaptasi terhadap habitat yang penuh dengan racun kimia dan Biologis

Penurunan Muka Air Tanah
Akibat pasokan air brsihdari pnyedia air bersih tidak mncukupi, Banyak warga masyarakat dan lokasi industri yang mengambil air secara langsung dari bawah tanah mlalui sumur-sumur. Air bawah tanah itu disebut Air Tanah. Lapisan batuan tertentu yang menyimpan air tanah seolah-olah memiliki permukaan air yang mersap disana. Permukaan air ini disebut Muka Air Tanah. Akinat ledakan jumlah penduduk, Maka kebutuhan akan air bersih pun mnjadi sangat tinggi. Di antara cara yang ditempuh adalah dengan menyedot air tanah. Ironisnya, Penyedotan air tanah tidak diimbangi dengan peresapan air yang telah dipakai. Akibatnya, Persedian air tidak cepat tergantikan. Permukaan air tanah bisa turun yang artinya makin dalam letaknya dari permukaan tanah. Jika daerah tersebut dekat dengan pantai, maka air laut bisa menerobos bebatuan di bawah tanah untuk mencapai daerah yang permukaan airnya turun. Peristiwa ini disebut Intrusi Air Laut. Air tanah yang telah terintrusi air laut akan sulit untuk dikomsumsi. Biaya pengelolahannya untuk dapat dijadikan air minum menjadi mahal.
Air tanah hanya bisa diganti dengan meresapkan kembali air yang berasal dari Permukaan Bumi. Air tersebut bisa berasal air limbah rumah tangga, air limbah industri yang telah dinetralkan. Dan yang menjadi paling utama adalah air hujan. Untuk dapat meresapkan air-air tersebut maka mutlak adanya ruang atau lapangan terbuka. Kebijakan yang diberlakukan pemerintah kepada masyarakat antara : Menyediakan ruang terbuka atau lubang penampungan bagi peresapan air di setiap tempat yang akan dibangun gedung atau perumahan. Bagi industri yang membutuhkan air dengan menyedot air tanah, akan dikenakan pajak yang cukup mahal.

Ledakan Jumlah Penduduk
Bisa jadi, ledakan penduduklah yang menjadi akar dari semua permasalahan lingkungan di Bumi ini. Semakin bertambah jumlah penduduk bumi, Polusi semakin parah, tempat hidup semakin rusak dan sumber daya alam cepat menipis. Walaupun teknologi telah berusaha mengurangi dampaknya terhadap lingkungan, namun jika jumlah penduduk bertambah dua kali lipat saja, beban yang ditanggung ole Bumi akan semakin berat.
Di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, ledakan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pemerataan proses dan hasil pembangunan. Jutaan orang datang dan tinggal di kota-kota besar dan mengadu nasib. Keterbatasan ekonomi para pendatang, disamping keterbatasan daya tampung kota, melahirkan pemukiman-pemukiman yang jauh dari layak.
Di Jakarta, pinggiran sungai, rel kereta api, di bawah jalan layang bahkan di tanah yang berstatus milik orang lainpun menjadi tempat para pendatang baru tersebut bernaung. Akibatnya pencemaran dan ketimpangan lingkungan lingkungan dan penyakit menularpun seperti melekat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bencana banjir yang hampir rutin dan pengusuran paksa selalu menhantui mereka. Bisa jadi, di Negara-negara lainnya juga terdapat masalah serupa, Namun di Indonesia, sejalan dengan kerja keras yang harus dilakukan pemerintah, Setiap warga harus memiliki kesadaran dan kemauan tinggi untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik. Secara lingkungan, kesehatan dan masa depan